<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Peristiwa &#8211; Raider News</title>
	<atom:link href="https://www.raidernewsid.com/category/peristiwa/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.raidernewsid.com</link>
	<description>Portal Berita Terkini &#38; Teraktual</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Sep 2026 19:57:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.raidernewsid.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Peristiwa &#8211; Raider News</title>
	<link>https://www.raidernewsid.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Buntut Penggerudukan Rumah, Makbul Ramen Laporkan Dua Terduga Provokator ke Polresta Lombok Tengah</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3570/buntut-penggerudukan-rumah-makbul-ramen-laporkan-dua-terduga-provokator-ke-polresta-lombok-tengah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 18:21:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Lelong 2]]></category>
		<category><![CDATA[Polresta loteng]]></category>
		<category><![CDATA[Prako]]></category>
		<category><![CDATA[Provokasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3570</guid>

					<description><![CDATA[Raidernewsid.com&#124;&#124; Lombok Tengah &#8211; Insiden penggerudukan rumah Makbul Ramen oleh puluhan massa diduga berasal dari Lelong 2 tersebut berbuntut laporan polisi. Melalui kuasa hukumnya, Makbul melaporkan dua orang berinisial &#8220;BN&#8221; dan &#8220;AN&#8221; yang diduga terlibat dalam aksi provokasi dan pengancaman terkait penyerangan rumahnya. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam,  24 Agustus 2026, di rumah Pelapor [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="http://Raidernewsid.com">Raidernewsid.com</a>||</span><strong><span style="color: #000000;"> Lombok Tengah</span></strong> &#8211; Insiden penggerudukan rumah <span style="color: #00ccff;"><em>Makbul Ramen</em></span> oleh puluhan massa diduga berasal dari Lelong 2 tersebut berbuntut laporan polisi. Melalui kuasa hukumnya, Makbul melaporkan dua orang berinisial &#8220;BN&#8221; dan &#8220;AN&#8221; yang diduga terlibat dalam aksi provokasi dan pengancaman terkait penyerangan rumahnya.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam,  24 Agustus 2026, di rumah Pelapor Desa Prako Kecamatan Janapria, Lombok Tengah. Saat itu, Makbul Ramen tengah berada di rumah bersama keluarganya ketika puluhan massa mendatangi kediamannya.</p>
<p>Kedatangan massa tersebut diduga berkaitan dengan persoalan perkelahian yang melibatkan anak Makbul dengan sekelompok pemuda dari Lelong 2.</p>
<p>Situasi kemudian memanas. Massa disebut datang dengan membawa sejumlah benda berupa bambu dan kayu. Kedatangan mereka juga diwarnai keributan dan teriakan. Menurut Makbul, massa bahkan sempat mengancam akan membakar rumahnya.</p>
<p>Makbul menegaskan, ketika massa datang, anaknya telah diserahkan kepada pihak berwajib. Pada saat yang sama, pihak keluarga bersama aparatur desa dari kedua belah pihak tengah berupaya mencari solusi dan membicarakan penyelesaian secara kekeluargaan.</p>
<p>&#8220;Setelah saya menelusuri, saya menduga kuat bahwa saudara BN dan AN memprovokasi masyarakat Lelong untuk melakukan penyerangan ke rumah saya. Padahal, pada saat itu anak saya sudah kami serahkan kepada pihak berwajib. Kami bersama pihak keluarga dan aparatur desa dari kedua belah pihak juga sedang membicarakan solusi penyelesaian secara kekeluargaan,&#8221; kata Makbul Ramen.</p>
<p>Makbul menyebut pihaknya telah mengantongi sejumlah bukti yang menurutnya berkaitan dengan dugaan keterlibatan kedua orang tersebut. Bukti itu antara lain berupa foto, rekaman kamera CCTV, serta video yang beredar di media sosial Facebook.</p>
<p>&#8220;Terekam jelas dalam bukti berupa foto, rekaman CCTV dan video yang tersebar di Facebook. Jadi sangat jelas yang bersangkutan diduga memimpin massa melakukan tindakan di luar hukum,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Makbul mengaku sangat menyayangkan dugaan aksi provokasi tersebut. Menurut dia, kejadian yang berlangsung pada malam hari dan melibatkan massa dalam jumlah banyak berpotensi menimbulkan situasi yang lebih serius apabila tidak segera diredam.</p>
<p>&#8220;Yang sangat kami sayangkan, gerakan provokasi ini kami duga bukan terjadi secara spontan, tetapi sengaja digerakkan dan dilakukan pada malam hari. Kondisi seperti ini sangat memungkinkan terjadinya korban manusia,&#8221; ungkap Makbul.</p>
<p>Ia khawatir, apabila saat itu terjadi respons balik dari warga kampungnya, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas.</p>
<p>&#8220;Kalau dikaji dari sisi mana pun, situasi seperti ini sangat berpotensi meluas dan menimbulkan eskalasi perkelahian antarkampung. Bahkan bukan tidak mungkin dapat berujung pada konflik yang lebih besar dan menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak apabila pada saat itu kampung kami memberikan respons balik,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurut Makbul, kekhawatiran tersebut menjadi salah satu alasan pihaknya memilih menempuh jalur hukum dan tidak membalas tindakan tersebut dengan tindakan serupa.</p>
<p>Ia juga menekankan bahwa hubungan masyarakat Lelong dan Prako selama ini merupakan hubungan kekerabatan yang dekat. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik antarkampung.</p>
<p>&#8220;Kami berupaya mengkaji persoalan ini secara mendalam. Lelong dan Prako itu serumpun, satu keluarga, dan merupakan kampung yang bertetangga. Karena itu, kami tidak ingin persoalan ini berkembang menjadi konflik antarkampung yang justru merusak hubungan kekeluargaan yang selama ini sudah terjalin,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain persoalan hukum, Makbul mengatakan peristiwa tersebut turut berdampak terhadap kondisi keluarganya. Ia menyebut istrinya yang berada di rumah saat kejadian langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan medis karena memiliki riwayat penyakit jantung.</p>
<p>&#8220;Bagi saya dan keluarga, akibat tindakan penyerangan tersebut dampaknya sangat besar. Istri saya yang berada di rumah saat itu langsung kami bawa ke Puskesmas untuk diperiksa terkait riwayat penyakit jantung yang dialaminya,&#8221; lanjut Makbul.</p>
<p>Sementara itu, kuasa hukum Makbul Ramen, Fathurrahman, S.H., M.H., bersama tim dari RMA Law Firm, membenarkan bahwa pihaknya telah mendampingi Makbul dalam membuat laporan ke Polresta Lombok Tengah.</p>
<p>&#8220;Memang benar kami telah mendampingi klien kami, Pak Makbul, untuk melaporkan saudara berinisial BN dan AN yang diduga melakukan provokasi dan pengancaman. Saat ini laporan tersebut sedang diproses di Polresta Lombok Tengah,&#8221; jelas Fathurrahman, Selasa, 29 September 2026.</p>
<p>Menurut Fathurrahman, persoalan yang terjadi sebelumnya seharusnya diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Ia menegaskan bahwa suatu dugaan pelanggaran hukum tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan tindakan lain yang juga berpotensi melanggar hukum.</p>
<p>&#8220;Pada prinsipnya, tindakan kejahatan di tempat lain tidak bisa menjadi alasan pembenaran terhadap kejahatan baru,&#8221; tegas Fathurrahman.</p>
<p>Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri dalam menyelesaikan persoalan, terlebih ketika situasi berpotensi menimbulkan konflik yang lebih luas.</p>
<p>&#8220;Selama ini kita tidak asing mendengar jargon penegak hukum untuk mengimbau masyarakat agar jangan main hakim sendiri. Maka, di sini imbauan itu perlu kembali kita tegaskan, demi harga diri para penegak hukum, dalam hal ini kepolisian itu sendiri,&#8221; tutup Fathurrahman. (*)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pergi Menangkap Ikan, Amaq Yani Warga Asal Pene Hilang di Perairan Batu Nampar Selatan</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3542/pergi-menangkap-ikan-warga-asal-pene-hilang-di-perairan-batu-nampar-selatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 14:52:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Perairan Batu Nampar Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Warga pene]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3542</guid>

					<description><![CDATA[Raidernewsid.com&#124;&#124; Lombok Timur &#8211; Amaq Yani (55), nelayan asal Desa Pene, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, belum ditemukan setelah pergi menangkap ikan seorang diri di perairan Batu Nampar Selatan, Senin (7/9/2026). Amaq Yani yang memiliki nama lengkap Ramdan tersebut berangkat melaut sekitar pukul 10.00 WITA menggunakan sampan kecil. Namun, hingga malam hari, ia tak kunjung kembali [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="http://Raidernewsid.com">Raidernewsid.com</a>|| </span><strong>Lombok Timur</strong> &#8211; Amaq Yani (55), nelayan asal Desa Pene, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, belum ditemukan setelah pergi menangkap ikan seorang diri di perairan Batu Nampar Selatan, Senin (7/9/2026).</p>
<p>Amaq Yani yang memiliki nama lengkap Ramdan tersebut berangkat melaut sekitar pukul 10.00 WITA menggunakan sampan kecil. Namun, hingga malam hari, ia tak kunjung kembali ke daratan.</p>
<p>Kabar hilangnya Amaq Yani diketahui setelah seorang nelayan, Amaq Alan (25), warga Batu Nampar, menemukan sebuah sampan yang diduga milik korban berada di sebelah barat, tidak jauh dari Gunung Linus.</p>
<p>Amaq Alan yang saat itu juga sedang melaut kemudian mendekati sampan tersebut. Namun, Amaq Yani tidak ditemukan di dalam sampan maupun di sekitar lokasi.</p>
<p>Di dalam sampan ditemukan jaring yang sebagian masih berada di laut serta sejumlah hasil tangkapan. Sementara pemilik sampan tersebut tidak terlihat.</p>
<p>“Hanya jaring, sampan dan hasil tangkapannya saja saya lihat,” jelas Amaq Alan.</p>
<p>Temuan itu membuat warga setempat khawatir. Warga kemudian bergerak melakukan pencarian dengan menyisir perairan di sekitar lokasi ditemukannya sampan.</p>
<p>Namun, hingga sekitar pukul 21.00 WITA, pencarian belum membuahkan hasil. Amaq Yani belum ditemukan dan belum ada tanda-tanda keberadaannya.</p>
<p>Amaq Yani sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Selain melaut, ia juga bekerja sebagai penjaga sekolah di SDN Pene dan diketahui berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.</p>
<p>Hilangnya Amaq Yani menambah daftar nelayan yang dilaporkan hilang di kawasan perairan Batu Nampar. Meski kondisi cuaca saat kejadian disebut baik, penyebab hilangnya korban hingga kini belum diketahui.</p>
<p>Belum dapat dipastikan apakah Amaq Yani terjatuh ke laut atau terjadi hal lain. Pencarian masih dilakukan untuk menemukan keberadaannya.</p>
<p>Warga berharap pencarian segera diperluas agar Amaq Yani dapat segera ditemukan. (El)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa M7.7 Guncang Flores, Polisi Sisir Kota Bima : Warga Diminta Tetap Tenang</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3473/gempa-m7-7-guncang-flores-polisi-sisir-kota-bima-warga-diminta-tetap-tenang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 12:53:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bima]]></category>
		<category><![CDATA[Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa M7.7]]></category>
		<category><![CDATA[Iptu Kamaruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Kondusif]]></category>
		<category><![CDATA[SH]]></category>
		<category><![CDATA[Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3473</guid>

					<description><![CDATA[Raidernewsid.com &#124;&#124;BIMA KOTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut menjadi perhatian serius jajaran Polres Bima Kota. Pasca-gempa, kepolisian langsung meningkatkan patroli di sejumlah wilayah guna memastikan keamanan warga sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan. Kasat Samapta Polres Bima Kota, Iptu Kamaruddin, SH., bersama personel turun langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="http://Raidernewsid.com">Raidernewsid.com</a></span></strong> ||<strong>BIMA KOTA</strong> — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut menjadi perhatian serius jajaran Polres Bima Kota. Pasca-gempa, kepolisian langsung meningkatkan patroli di sejumlah wilayah guna memastikan keamanan warga sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.</p>
<p>Kasat Samapta Polres Bima Kota, Iptu Kamaruddin, SH., bersama personel turun langsung melakukan pemantauan di sejumlah titik, salah satunya kawasan Kanwadumbolo, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Sabtu (15/8/2026).</p>
<p>Patroli tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi permukiman warga sekaligus mengecek situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) setelah guncangan gempa dirasakan di wilayah Kota Bima.</p>
<p>Dari hasil pemantauan di lapangan dan keterangan warga, kondisi permukiman di kawasan tersebut sejauh ini masih aman dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kondisi yang membahayakan masyarakat.</p>
<p>“Situasi perumahan penduduk pascagempa dalam keadaan aman terkendali. Memang sempat terjadi penurunan air laut sedikit, namun kondisi saat ini sudah aman,” ujar Iptu Kamaruddin.</p>
<p>Meski situasi terpantau normal, kepolisian tidak mengendurkan kewaspadaan. Patroli rutin terus dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus memastikan personel dapat bergerak cepat apabila terjadi perubahan situasi atau kondisi darurat di lapangan.</p>
<p>Dalam patroli tersebut, personel juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta tetap beraktivitas seperti biasa, namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.</p>
<p>Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait isu gempa susulan dan potensi dampak lainnya yang dapat menimbulkan keresahan.</p>
<p>“Kami dari aparat kepolisian Polres Bima Kota terus melakukan patroli rutin pascagempa untuk memastikan keamanan dan kondusivitas wilayah Kota Bima berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.</p>
<p>Polres Bima Kota memastikan pemantauan akan terus dilakukan di sejumlah wilayah sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi situasi pascagempa. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan atau membutuhkan penanganan.</p>
<p>Hingga patroli berlangsung, situasi Kota Bima, khususnya wilayah yang menjadi sasaran pemantauan, masih aman dan terkendali. Kepolisian mengajak masyarakat tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. (El)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gempa M7,7 Guncang NTT, Bima Ikut Bergetar, Sejumlah Rumah dan Bangunan Rusak</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3470/gempa-m77-guncang-ntt-bima-ikut-bergetar-sejumlah-rumah-dan-bangunan-rusak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 12:22:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bima]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD NTB]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa M7.7]]></category>
		<category><![CDATA[NTB]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3470</guid>

					<description><![CDATA[Raidernewsid.com &#124;&#124; BIMA, NTB — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi, turut berdampak hingga wilayah Nusa Tenggara Barat. Guncangan tersebut menyebabkan sejumlah bangunan di Kota Bima dan Kabupaten Bima mengalami kerusakan. Gempa terjadi sekitar pukul 05.58 WITA, dengan episenter berada di laut pada koordinat 8,41° LS [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #3366ff;"><a style="color: #3366ff;" href="http://Raidernewsid.com">Raidernewsid.com</a></span></strong> || <strong>BIMA, NTB</strong> — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi, turut berdampak hingga wilayah Nusa Tenggara Barat. Guncangan tersebut menyebabkan sejumlah bangunan di Kota Bima dan Kabupaten Bima mengalami kerusakan.</p>
<p>Gempa terjadi sekitar pukul 05.58 WITA, dengan episenter berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Gempa tercatat memiliki kedalaman 15 kilometer.</p>
<p>Berdasarkan analisis BMKG, gempa tersebut merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust, dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).</p>
<p>Di Kota Bima, BPBD mencatat dua unit rumah terdampak, masing-masing satu rumah rusak sedang di Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, dan satu rumah rusak ringan di Kelurahan Panggi.</p>
<p>Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Gudang Bulog, berupa dinding yang rusak hingga menyebabkan sejumlah karung beras berjatuhan. Sementara itu, bagian plafon Masjid Hotel Mutmainnah juga mengalami kerusakan.</p>
<p>Dampak gempa turut dirasakan di Kabupaten Bima. Dua unit rumah dilaporkan rusak ringan, masing-masing berada di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, dan Desa Lambu, Kecamatan Lambu.</p>
<p>Selain kerusakan bangunan, seorang warga Desa Sangiang, Kecamatan Wera, bernama Fajar (60) dilaporkan mengalami luka ringan berupa lecet pada bagian kaki.</p>
<p>BPBD Provinsi NTB bersama BPBD Kabupaten Bima dan Kota Bima serta unsur terkait langsung melakukan koordinasi dan penanganan. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) diterjunkan untuk melakukan asesmen serta pendataan terhadap dampak gempa di lapangan.</p>
<p>Personel TNI/Polri, Tim TGC Desa Sangiang, serta aparatur kelurahan dan kecamatan juga terlibat dalam penanganan dan pemantauan kondisi masyarakat.</p>
<p>Hingga laporan terakhir, kondisi masyarakat di Kota Bima dan Kabupaten Bima dilaporkan aman dan terkendali. Namun, pendataan dan verifikasi lapangan masih terus dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya kerusakan maupun dampak lain yang belum teridentifikasi.</p>
<p>Sementara itu, peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG telah dinyatakan berakhir. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap aktivitas gempa bumi susulan yang masih terpantau.</p>
<p>BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.</p>
<p>Untuk kebutuhan penanganan awal, dukungan logistik bagi warga terdampak juga menjadi perhatian, terutama berupa makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan kebutuhan keluarga.</p>
<p>Gempa besar mengguncang Flores, namun respons cepat di Bima terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalkan dampak lanjutan. (El)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Aksi Curanmor di Jerowaru Digagalkan Warga, Pelaku Babak Belur Diamuk Massa</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3410/aksi-curanmor-di-jerowaru-digagalkan-warga-pelaku-babak-belur-diamuk-massa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jul 2026 12:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Curanmor]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Pandan Wangi]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek Jerowaru]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Jerowaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3410</guid>

					<description><![CDATA[Foto : Warga Saat Gagalkan Aksi Curanmor di Kecamatan Jerowaru, Rabu 29 Juli 2026. &#160; &#160; Raidernewsid.com &#124;&#124; Lombok Timur – Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Rabu (29/7/2026) pagi, berakhir gagal setelah pelaku berhasil dikejar dan ditangkap warga. Terduga pelaku bahkan sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><em>Foto : Warga Saat Gagalkan Aksi Curanmor di Kecamatan Jerowaru, Rabu 29 Juli 2026.</em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><a href="http://Raidernewsid.com">Raidernewsid.com</a></em> || <strong>Lombok Timur</strong> – Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Rabu (29/7/2026) pagi, berakhir gagal setelah pelaku berhasil dikejar dan ditangkap warga. Terduga pelaku bahkan sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya diamankan polisi.</p>
<p>Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.35 Wita di Dusun Batu Bawi Timur, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru. Korban diketahui bernama Tia Purnama Saputra (30), warga setempat.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, korban saat itu memarkirkan sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi DR 4304 ZN di depan kios kontainer saat menurunkan barang dagangan. Dalam kondisi kunci motor masih tergantung di kendaraan.</p>
<p>Melihat situasi tersebut, dua orang yang datang berboncengan diduga memanfaatkan kelengahan korban. Salah seorang pelaku langsung menaiki motor dan berusaha membawa kabur kendaraan ke arah barat.</p>
<p>Korban yang menyadari motornya dibawa kabur langsung berteriak &#8220;maling&#8221; hingga mengundang perhatian warga sekitar. Kepanikan pelaku membuat sepeda motor yang dikendarainya terpeleset setelah berpapasan dengan mobil pick up dari arah berlawanan.</p>
<p>Usai terjatuh, pelaku berusaha melarikan diri. Namun warga yang terus melakukan pengejaran akhirnya berhasil menangkapnya di kawasan Jalan Dasan Belatung, Dusun Montong, Desa Pandan Wangi.</p>
<p>Kapolsek Jerowaru, Abdul Hadi, SH., membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, terduga pelaku inisial &#8220;SA&#8221; (35), adalah warga Dusun Lingkok Bunut, Desa Lekor, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah.</p>
<p>&#8220;Pelaku sempat diamuk massa sebelum anggota tiba di lokasi dan mengamankannya,&#8221; ujar Hadi.</p>
<p>Akibat menjadi sasaran amukan warga, pelaku mengalami luka lebam di bagian wajah dan kondisi tubuhnya lemas. Polisi kemudian membawa pelaku ke Puskesmas Jerowaru untuk mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr. R. Soedjono Selong sekitar pukul 12.20 Wita dengan pengawalan aparat kepolisian.</p>
<p>Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit Honda Beat hitam DR 4304 ZN milik korban, sebilah pisau, serta kunci T yang diduga digunakan untuk melancarkan aksi pencurian.</p>
<p>Saat ini, penyidik Polsek Jerowaru masih melakukan pendalaman terkait dugaan keterlibatan pelaku lain yang sempat melarikan diri. Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat yang berwenang. (El)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kapolda NTB Serahkan Santunan, Tersangka Kasus Ponpes di Loteng Segera Ditetapkan.</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3323/kapolda-ntb-serahkan-santunan-tersangka-kasus-ponpes-di-loteng-segera-ditetapkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2026 23:43:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kakanwil NTB]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolda NTB]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3323</guid>

					<description><![CDATA[Foto : Kapolda NTB bersama Kakanwil Kementerian Agama NTB, Berikan Santunan Kepada para Korban Kebakaran Ponpes di Loteng. Selasa 7/7/26. &#160; Raidernewsid.com&#124;&#124; Lombok Tengah – Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., mengunjungi para korban kebakaran di Pondok Pesantren Rosyidatus Shaulatiyyah Al Intihimy NW, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Selasa (7/7/2026). Dalam kunjungan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><em>Foto : Kapolda NTB bersama Kakanwil Kementerian Agama NTB, Berikan Santunan Kepada para Korban Kebakaran Ponpes di Loteng. Selasa 7/7/26.</em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://Raidernewsid.com">Raidernewsid.com||</a> Lombok Tengah – Kapolda NTB Irjen Pol. Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H., mengunjungi para korban kebakaran di Pondok Pesantren Rosyidatus Shaulatiyyah Al Intihimy NW, Kecamatan Batukliang Utara, Lombok Tengah, Selasa (7/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolda menyerahkan santunan, bantuan pengobatan, serta memberikan dukungan moril kepada para korban dan keluarganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolda hadir didampingi Ketua Bhayangkari Daerah NTB Ny. Widhy Kalingga Rendra Raharja beserta pengurus, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB H. Zamroni Azis, M.H.I., Dirreskrimum Polda NTB, Kabid Humas, Kabiddokkes, Kepala RS Bhayangkara, serta jajaran Kementerian Agama Lombok Tengah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di hadapan para korban dan keluarga, Irjen Kalingga menyampaikan rasa duka dan keprihatinan mendalam atas musibah yang terjadi. Menurutnya, kehadiran Polda NTB bersama jajaran Kementerian Agama merupakan bentuk kepedulian dan dukungan agar para korban tetap kuat menjalani masa pemulihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya mewakili keluarga besar Polda NTB menyampaikan rasa simpati dan keprihatinan yang mendalam atas musibah ini. Kami hadir untuk menguatkan hati anak-anak kita, memberi semangat, serta memastikan mereka tetap optimis menjalani hari-hari ke depan,” ujar Kapolda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain santunan, Kapolda juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan belajar. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga sekaligus memotivasi para korban untuk tetap melanjutkan pendidikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kondisi fisik dan rasa sakit jangan sampai memadamkan semangat belajar. Teruslah menimba ilmu dan tetap kejar cita-cita. Kami semua mendoakan agar kalian segera pulih,” pesannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kesempatan itu, Kapolda NTB menegaskan bahwa proses hukum atas peristiwa tersebut terus berjalan. Saat ini, penyidik Polres Lombok Tengah telah meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan dan tengah mempercepat proses penetapan tersangka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Penyidikan terus berjalan. Kami berupaya semaksimal mungkin agar pekan ini tersangka dapat ditetapkan dan diumumkan, sehingga seluruh pertanyaan masyarakat memperoleh jawaban secara terang,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak hanya memastikan penegakan hukum, Polda NTB juga siap mendampingi keluarga korban dalam pengajuan hak restitusi. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu biaya pengobatan dan kebutuhan lain selama proses pemulihan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami akan mendampingi keluarga dalam pengurusan hak restitusi. Harapan kami, langkah ini dapat membantu meringankan beban para korban dan keluarganya,” kata Irjen Kalingga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolda juga mengingatkan seluruh pengelola lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren, agar meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap peserta didik guna mencegah terulangnya peristiwa serupa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri. Mari kita tingkatkan pengawasan dan kepedulian agar musibah seperti ini tidak kembali terjadi,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama NTB H. Zamroni Azis menegaskan komitmen pihaknya dalam memberikan pendampingan kepada para korban, baik dari aspek pendidikan maupun penguatan pengawasan terhadap lembaga pendidikan keagamaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami berkomitmen memperkuat pengawasan terhadap pondok pesantren. Saat ini kami juga memproses perpindahan data pendidikan korban ke MTs Negeri sesuai keinginan keluarga, sekaligus menyiapkan beasiswa hingga mereka menyelesaikan pendidikan,” ungkap Zamroni. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tetangga Sebut Brigjen L. Iwan Sosok Dermawan, Publik Diminta Hormati Asas Praduga Tak Bersalah</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3317/tetangga-sebut-brigjen-l-iwan-sosok-dermawan-publik-diminta-hormati-asas-praduga-tak-bersalah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2026 04:23:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Lurah Dasan Gres]]></category>
		<category><![CDATA[Umar safrudin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3317</guid>

					<description><![CDATA[Tetangga Sebut Brigjen L. Iwan Sosok Dermawan, Publik Diminta Hormati Asas Praduga Tak Bersalah &#160; Raidernewsid.com&#124;&#124; Lombok Barat &#8211; Proses hukum yang menjerat Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan memantik perhatian publik. Namun, cerita berbeda justru datang dari warga Dasan Geres, Lombok Barat (Lobar). Mereka mengenang sosok Sekretaris Deputi Promosi Badan Gizi Nasional (BGN) RI itu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="color: #ff0000;">Tetangga Sebut Brigjen L. Iwan Sosok Dermawan, Publik Diminta Hormati Asas Praduga Tak Bersalah</span></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><a href="http://Raidernewsid.com||">Raidernewsid.com||</a></em> <strong>Lombok Barat</strong> &#8211; Proses hukum yang menjerat Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan memantik perhatian publik. Namun, cerita berbeda justru datang dari warga Dasan Geres, Lombok Barat (Lobar). Mereka mengenang sosok Sekretaris Deputi Promosi Badan Gizi Nasional (BGN) RI itu sebagai pribadi sederhana, mudah bergaul, dan aktif membantu lingkungan sekitar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Brigjen L. Iwan, sapaan akrabnya, dikenal tak hanya saat menjalankan tugas sebagai pejabat negara. Di lingkungan tempat tinggal, ia kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial bersama warga tanpa membedakan latar belakang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lurah Dasan Geres, Umar Syarafudin, mengaku mengenal kedekatan Brigjen L. Iwan dengan masyarakat. Menurutnya, aktivitas sosial rutin terlihat sejak lama, mulai gotong royong, santunan anak yatim, hingga ibadah kurban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ya betul, beliau adalah warga kami yang cukup aktif. Mulai dari gotong royong, santunan ke anak yatim hingga berkurban,&#8221; kata Umar Syarafudin, Sabtu (4/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak sebatas kegiatan lingkungan, rumah Brigjen L. Iwan juga sering menjadi tempat berkumpul warga lewat majelis syukuran maupun pengajian. Kegiatan berbagi kepada anak yatim dan membantu warga lanjut usia juga rutin digelar, sehingga hubungan dengan masyarakat terjalin cukup erat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kabar penetapan status tersangka kemudian membuat banyak warga mengaku terkejut. Rekam jejak sosial Brigjen L. Iwan selama tinggal di Dasan Geres masih lekat dalam ingatan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengamat politik dan hukum, Deni Hendrawan, S.H., M.H., mengingatkan publik agar tidak terburu-buru menjatuhkan penilaian. Menurutnya, status tersangka belum bisa dimaknai sebagai bukti seseorang bersalah secara hukum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dalam sistem peradilan pidana, seseorang tetap harus dipandang tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Banyak perkara berakhir dengan putusan bebas setelah seluruh fakta diuji di persidangan,&#8221; ujar Deni.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengajak masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung asas praduga tak bersalah. Penilaian akhir, lanjutnya, sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan setelah seluruh rangkaian persidangan selesai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski proses hukum masih berjalan dan harus dihormati sesuai ketentuan yang berlaku, masyarakat Dasan Geres tetap mengenang Brigjen L. Muhammad Iwan Mahardan sebagai sosok yang dekat dengan warga. Berbagai bentuk kepedulian sosial dan kebiasaan membantu masyarakat yang ditunjukkannya selama ini menjadi catatan tersendiri di tengah dinamika kasus yang kini dihadapi. (***)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kematian Guru Saat Dirujuk Jadi Sorotan, GLL Desak Transparansi dan Evaluasi Total Layanan Kesehatan</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3227/kematian-guru-saat-dirujuk-jadi-sorotan-gll-desak-transparansi-dan-evaluasi-total-layanan-kesehatan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2026 03:01:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[GLL]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok Timur]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Patuh Karya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3227</guid>

					<description><![CDATA[Kematian Guru Saat Dirujuk Jadi Sorotan, GLL Desak Transparansi dan Evaluasi Total Layanan Kesehatan &#160; Raidernewsid.id &#124;&#124;Keruak, Lombok Timur – Dunia pendidikan dan masyarakat Lombok Timur berduka atas meninggalnya Niken Hafizoh Anggraini, seorang guru swasta asal Kecamatan Sakra Barat, saat menjalani proses rujukan dari RSUD Patuh Karya Keruak menuju RSUD dr. R. Soedjono Selong. Peristiwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><em>Kematian Guru Saat Dirujuk Jadi Sorotan, GLL Desak Transparansi dan Evaluasi Total Layanan Kesehatan</em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://Raidernewsid.id">Raidernewsid.id</a> ||Keruak, Lombok Timur – Dunia pendidikan dan masyarakat Lombok Timur berduka atas meninggalnya Niken Hafizoh Anggraini, seorang guru swasta asal Kecamatan Sakra Barat, saat menjalani proses rujukan dari RSUD Patuh Karya Keruak menuju RSUD dr. R. Soedjono Selong.</p>
<p>Peristiwa yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) itu kini menjadi perhatian publik. Berbagai pertanyaan muncul terkait kronologi penanganan medis hingga proses rujukan yang berujung pada meninggalnya pasien. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.</p>
<p>Ketua Umum Gawah Lauk Lombok (GLL), Ayunan, SH, menilai kasus tersebut perlu diusut secara transparan dan menyeluruh. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas terkait proses pelayanan medis yang dijalani almarhumah sejak awal penanganan hingga dirujuk ke rumah sakit lain.</p>
<p>&#8220;Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terbuka. Mengapa pasien yang sebelumnya dinilai dapat ditangani di RSUD Patuh Karya akhirnya harus dirujuk dalam kondisi kritis? Mengapa keluarga mengaku pasien terus mengeluh kesakitan setelah operasi hingga mengalami pendarahan sebelum dirujuk? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab secara transparan,&#8221; tegas Ayunan saat dikonfirmasi di kediamannya di Desa Jor.</p>
<p>Menurut Ayunan, apabila dugaan kasus serupa terus berulang dalam rentang waktu yang berdekatan, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan, mulai dari prosedur penanganan pasien, tindakan medis, hingga mekanisme rujukan.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya dirancang untuk mencegah terjadinya tragedi, bukan sekadar memberikan klarifikasi setelah insiden terjadi.</p>
<p>GLL juga menyoroti informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai adanya tindakan induksi persalinan sebelum pasien menjalani operasi caesar. Menurut Ayunan, informasi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak rumah sakit agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Rumah sakit perlu memberikan penjelasan kepada keluarga terkait dasar pertimbangan medis dari setiap tindakan yang dilakukan. Transparansi penting agar masyarakat mengetahui apakah seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar pelayanan yang berlaku,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain menyoroti RSUD Patuh Karya Keruak sebagai fasilitas kesehatan yang pertama menangani pasien, GLL juga meminta RSUD dr. R. Soedjono Selong sebagai rumah sakit rujukan untuk terus memperkuat respons layanan gawat darurat.<br />
Menurut Ayunan, kecepatan dan ketepatan penanganan pasien rujukan merupakan faktor penting yang dapat menentukan keselamatan pasien dalam kondisi kritis.</p>
<p>GLL turut mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari pembangunan fasilitas atau kelengkapan peralatan medis, tetapi juga dari kemampuan sistem dalam menyelamatkan nyawa masyarakat secara cepat dan tepat.</p>
<p>Keruak, 8 Juni 2026 – Dunia pendidikan dan masyarakat Lombok Timur berduka atas meninggalnya Niken Hafizoh Anggraini, seorang guru swasta asal Kecamatan Sakra Barat, saat menjalani proses rujukan dari RSUD Patuh Karya Keruak menuju RSUD dr. R. Soedjono Selong.</p>
<p>Peristiwa yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) itu kini menjadi perhatian publik. Berbagai pertanyaan muncul terkait kronologi penanganan medis hingga proses rujukan yang berujung pada meninggalnya pasien. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.</p>
<p>Ketua Umum Gawah Lauk Lombok (GLL), Ayunan, SH, menilai kasus tersebut perlu diusut secara transparan dan menyeluruh. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas terkait proses pelayanan medis yang dijalani almarhumah sejak awal penanganan hingga dirujuk ke rumah sakit lain.</p>
<p>&#8220;Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terbuka. Mengapa pasien yang sebelumnya dinilai dapat ditangani di RSUD Patuh Karya akhirnya harus dirujuk dalam kondisi kritis? Mengapa keluarga mengaku pasien terus mengeluh kesakitan setelah operasi hingga mengalami pendarahan sebelum dirujuk? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab secara transparan,&#8221; tegas Ayunan saat dikonfirmasi di kediamannya di Desa Jor.</p>
<p>Menurut Ayunan, apabila dugaan kasus serupa terus berulang dalam rentang waktu yang berdekatan, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan, mulai dari prosedur penanganan pasien, tindakan medis, hingga mekanisme rujukan.</p>
<p>Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya dirancang untuk mencegah terjadinya tragedi, bukan sekadar memberikan klarifikasi setelah insiden terjadi.</p>
<p>GLL juga menyoroti informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai adanya tindakan induksi persalinan sebelum pasien menjalani operasi caesar. Menurut Ayunan, informasi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak rumah sakit agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Rumah sakit perlu memberikan penjelasan kepada keluarga terkait dasar pertimbangan medis dari setiap tindakan yang dilakukan. Transparansi penting agar masyarakat mengetahui apakah seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar pelayanan yang berlaku,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain menyoroti RSUD Patuh Karya Keruak sebagai fasilitas kesehatan yang pertama menangani pasien, GLL juga meminta RSUD dr. R. Soedjono Selong sebagai rumah sakit rujukan untuk terus memperkuat respons layanan gawat darurat.<br />
Menurut Ayunan, kecepatan dan ketepatan penanganan pasien rujukan merupakan faktor penting yang dapat menentukan keselamatan pasien dalam kondisi kritis.</p>
<p>GLL turut mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari pembangunan fasilitas atau kelengkapan peralatan medis, tetapi juga dari kemampuan sistem dalam menyelamatkan nyawa masyarakat secara cepat dan tepat.</p>
<p>Media ini telah berupaya menghubungi pihak RSUD Patuh Karya dan RSUD Soedjono untuk meminta konfirmasi terkait informasi tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, kedua pihak belum memberikan tanggapan. (Rdr)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasus Niken Hafizoh Anggraini, KASTA NTB Soroti Dugaan Malpraktik dan Desak Evaluasi RSUD Patuh Karya</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3213/kasus-niken-hafizoh-anggraini-kasta-ntb-soroti-dugaan-malpraktik-dan-desak-evaluasi-rsud-patuh-karya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Jun 2026 08:35:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Kasta NTB]]></category>
		<category><![CDATA[Keruak]]></category>
		<category><![CDATA[RSUD Patuh Karya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3213</guid>

					<description><![CDATA[Kasus Niken Hafizoh Anggraini, KASTA NTB Soroti Dugaan Malpraktik dan Desak Evaluasi RSUD Patuh Karya &#160; Raidernewsid.com &#124;&#124; Lombok Timur – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KASTA NTB Kabupaten Lombok Timur mengecam keras dugaan kelalaian pelayanan kesehatan yang terjadi di RSUD Patuh Karya Keruak menyusul meninggalnya seorang guru swasta, Niken Hafizoh Anggraini, usai menjalani operasi caesar. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="color: #ff0000;">Kasus Niken Hafizoh Anggraini, KASTA NTB Soroti Dugaan Malpraktik dan Desak Evaluasi RSUD Patuh Karya</span></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://Raidernewsid.com">Raidernewsid.com</a> || Lombok Timur – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KASTA NTB Kabupaten Lombok Timur mengecam keras dugaan kelalaian pelayanan kesehatan yang terjadi di RSUD Patuh Karya Keruak menyusul meninggalnya seorang guru swasta, Niken Hafizoh Anggraini, usai menjalani operasi caesar.</p>
<p>Ketua DPD Kasta Lotim, M. Jaelani menilai kasus tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan aparat penegak hukum. Ia mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan rumah sakit serta pengusutan terhadap dugaan pelanggaran prosedur medis yang disebut-sebut terjadi dalam penanganan pasien.</p>
<p>&#8220;Kami meminta Bupati Lombok Timur segera mengambil langkah tegas terhadap manajemen RSUD Patuh Karya dan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang,&#8221; tegas Jaelani.</p>
<p>Menurutnya, kasus meninggalnya pasien pascaoperasi caesar bukan pertama kali terjadi. Ia mengaku menerima sejumlah laporan serupa yang menjadi catatan mereka dalam beberapa tahun terakhir.</p>
<p>Sementara itu, berdasarkan keterangan keluarga, Niken Hafizoh Anggraini sebelumnya dirawat di Puskesmas Rensing, Kecamatan Sakra Barat, pada Selasa (2/6/2026) sebelum dirujuk ke RSUD Patuh Karya Keruak.</p>
<p>Kerabat almarhumah, Umy Sarkawi, menuturkan bahwa pasien mengalami kesulitan melahirkan secara normal sehingga dokter memutuskan tindakan operasi caesar. Operasi dilaksanakan pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.</p>
<p>Namun setelah operasi, keluarga mengaku kondisi pasien justru memburuk. Almarhumah disebut mengalami nyeri hebat pada bagian perut setelah efek anestesi hilang. Menurut keluarga, pemeriksaan lanjutan oleh dokter dinilai belum maksimal hingga pasien mengalami pendarahan pada malam hari.</p>
<p>Sekitar pukul 23.00 Wita, pasien akhirnya dirujuk ke RSUD dr. R. Soedjono Selong. Namun dalam perjalanan kondisi pasien terus menurun dan dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit tujuan.</p>
<p>Keluarga menyayangkan keputusan rujukan yang dinilai terlambat dan meminta adanya penjelasan resmi dari pihak rumah sakit terkait penanganan medis yang diberikan kepada almarhumah.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Patuh Karya Keruak belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Direktur RSUD Patuh Karya melalui sambungan telepon dan pesan elektronik masih belum memperoleh tanggapan. (Rdr)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Geger! Mayat Perempuan Asal Tanjung Luar Ditemukan di Pesisir Pantai Labuhan Haji</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3196/geger-mayat-perempuan-asal-tanjung-luar-ditemukan-di-pesisir-pantai-labuhan-haji</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 09:25:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Inafis]]></category>
		<category><![CDATA[Labuan haji]]></category>
		<category><![CDATA[Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Polres lotim]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung luar]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Tanjung luar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3196</guid>

					<description><![CDATA[Geger! Mayat Perempuan Asal Tanjung Luar Ditemukan di Pesisir Pantai Labuhan Haji &#160; Raidernewsid.com &#124;&#124; Lombok Timur – Warga Dusun Labu Aji, Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di pesisir Pantai Labuhan Haji, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 09.00 Wita. Korban diketahui bernama Rohaniah (60), warga Kampung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="color: #ff0000;">Geger! Mayat Perempuan Asal Tanjung Luar Ditemukan di Pesisir Pantai Labuhan Haji</span></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://Raidernewsid.com">Raidernewsid.com</a> || Lombok Timur – Warga Dusun Labu Aji, Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di pesisir Pantai Labuhan Haji, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.</p>
<p>Korban diketahui bernama Rohaniah (60), warga Kampung Koko, Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur.</p>
<p>Penemuan mayat tersebut pertama kali diketahui oleh dua warga setempat, Sumiarti (50) dan Abdul Majid (52), yang saat itu sedang berada di sekitar pesisir pantai. Keduanya melihat sesosok tubuh dalam posisi tengkurap di tepi pantai dan segera melaporkan temuan tersebut ke Polsek Labuhan Haji.</p>
<p>Menerima laporan tersebut, Kapolsek Labuhan Haji IPTU Hidayat Syamsuri bersama anggota langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Tak lama berselang, Tim Inafis Polres Lombok Timur tiba dan melakukan proses identifikasi terhadap korban.</p>
<p>Sekitar pukul 10.30 Wita, jenazah kemudian dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Labuhan Haji menuju RSUD Labuhan Haji untuk dilakukan pemeriksaan medis.</p>
<p>Di rumah sakit, pihak keluarga yang datang bersama Kepala Desa Tanjung Luar memastikan bahwa jenazah tersebut benar merupakan Rohaniah. Anak kandung korban, Naarudin, mengungkapkan bahwa ibunya telah meninggalkan rumah dan tidak pulang selama dua hari terakhir.</p>
<p>Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dr. Nurita dari RSUD Labuhan Haji, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter memperkirakan korban telah meninggal dunia lebih dari delapan jam sebelum ditemukan, yang ditandai dengan kondisi kaku mayat yang sudah terbentuk.</p>
<p>Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Informasi yang diperoleh juga menyebutkan bahwa korban selama ini diketahui mengalami gangguan kejiwaan dan kerap meninggalkan rumah tanpa sepengetahuan keluarga.</p>
<p>Polisi telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari olah TKP, pemeriksaan saksi, koordinasi dengan pihak rumah sakit, hingga penyerahan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan.</p>
<p>Kapolres Lombok Timur melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU lalu Rusmaladi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap anggota keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan, lanjut usia, maupun kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan pengawasan khusus.</p>
<p>&#8220;Masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pemerintah desa, bhabinkamtibmas, atau pihak kepolisian apabila ada anggota keluarga yang hilang atau tidak pulang dalam waktu yang cukup lama, sehingga upaya pencarian dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selain itu, warga yang beraktivitas di kawasan pesisir dan pantai juga diminta untuk selalu memperhatikan keselamatan serta segera melapor melalui layanan Hotline 110 apabila menemukan kejadian yang memerlukan penanganan kepolisian.</p>
<p>Polres Lombok Timur mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keamanan, keselamatan, dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. (Rdr)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
