<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Warga &#8211; Raider News</title>
	<atom:link href="https://www.raidernewsid.com/tag/warga/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.raidernewsid.com</link>
	<description>Portal Berita Terkini &#38; Teraktual</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2026 12:53:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://www.raidernewsid.com/wp-content/uploads/2025/03/favicon-150x150.png</url>
	<title>Warga &#8211; Raider News</title>
	<link>https://www.raidernewsid.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gempa M7.7 Guncang Flores, Polisi Sisir Kota Bima : Warga Diminta Tetap Tenang</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3473/gempa-m7-7-guncang-flores-polisi-sisir-kota-bima-warga-diminta-tetap-tenang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 12:53:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Bima]]></category>
		<category><![CDATA[Flores]]></category>
		<category><![CDATA[Gempa M7.7]]></category>
		<category><![CDATA[Iptu Kamaruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Kondusif]]></category>
		<category><![CDATA[SH]]></category>
		<category><![CDATA[Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3473</guid>

					<description><![CDATA[Raidernewsid.com &#124;&#124;BIMA KOTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut menjadi perhatian serius jajaran Polres Bima Kota. Pasca-gempa, kepolisian langsung meningkatkan patroli di sejumlah wilayah guna memastikan keamanan warga sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan. Kasat Samapta Polres Bima Kota, Iptu Kamaruddin, SH., bersama personel turun langsung [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #0000ff;"><a style="color: #0000ff;" href="http://Raidernewsid.com">Raidernewsid.com</a></span></strong> ||<strong>BIMA KOTA</strong> — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), turut menjadi perhatian serius jajaran Polres Bima Kota. Pasca-gempa, kepolisian langsung meningkatkan patroli di sejumlah wilayah guna memastikan keamanan warga sekaligus mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.</p>
<p>Kasat Samapta Polres Bima Kota, Iptu Kamaruddin, SH., bersama personel turun langsung melakukan pemantauan di sejumlah titik, salah satunya kawasan Kanwadumbolo, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Sabtu (15/8/2026).</p>
<p>Patroli tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi permukiman warga sekaligus mengecek situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) setelah guncangan gempa dirasakan di wilayah Kota Bima.</p>
<p>Dari hasil pemantauan di lapangan dan keterangan warga, kondisi permukiman di kawasan tersebut sejauh ini masih aman dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun kondisi yang membahayakan masyarakat.</p>
<p>“Situasi perumahan penduduk pascagempa dalam keadaan aman terkendali. Memang sempat terjadi penurunan air laut sedikit, namun kondisi saat ini sudah aman,” ujar Iptu Kamaruddin.</p>
<p>Meski situasi terpantau normal, kepolisian tidak mengendurkan kewaspadaan. Patroli rutin terus dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus memastikan personel dapat bergerak cepat apabila terjadi perubahan situasi atau kondisi darurat di lapangan.</p>
<p>Dalam patroli tersebut, personel juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta tetap beraktivitas seperti biasa, namun tetap meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.</p>
<p>Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait isu gempa susulan dan potensi dampak lainnya yang dapat menimbulkan keresahan.</p>
<p>“Kami dari aparat kepolisian Polres Bima Kota terus melakukan patroli rutin pascagempa untuk memastikan keamanan dan kondusivitas wilayah Kota Bima berjalan aman dan kondusif,” tegasnya.</p>
<p>Polres Bima Kota memastikan pemantauan akan terus dilakukan di sejumlah wilayah sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi situasi pascagempa. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan atau membutuhkan penanganan.</p>
<p>Hingga patroli berlangsung, situasi Kota Bima, khususnya wilayah yang menjadi sasaran pemantauan, masih aman dan terkendali. Kepolisian mengajak masyarakat tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas kebenarannya. (El)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Merasa Terbuang di Wilayah Perbatasan, Warga Pene Utara Tagih Hak Air Bersih</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3292/merasa-terbuang-di-wilayah-perbatasan-warga-pene-utara-tagih-hak-air-bersih</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 23:44:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[INFO]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Dusun pene utara]]></category>
		<category><![CDATA[PDAM lombok timur]]></category>
		<category><![CDATA[Pene]]></category>
		<category><![CDATA[Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3292</guid>

					<description><![CDATA[Foto : Warga Dusun Pene Utara Saat Menerima Bantuan Air Bersih dari Pengurus Yayasan Ahwal Mas Mirah. Rabu (1/7). &#160; Raidernewsid.com&#124;&#124;Lombok Timur – Warga Dusun Pene Utara, Desa Pene, Kecamatan Jerowaru, mengeluhkan belum tersedianya air bersih dari PDAM Lombok Timur di wilayah mereka. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus berjuang keras memenuhi kebutuhan air sehari-hari, bahkan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><span style="color: #ff0000;">Foto : Warga Dusun Pene Utara Saat Menerima Bantuan Air Bersih dari Pengurus Yayasan Ahwal Mas Mirah. Rabu (1/7).</span></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://Raidernewsid.com">Raidernewsid.com||</a>Lombok Timur – Warga Dusun Pene Utara, Desa Pene, Kecamatan Jerowaru, mengeluhkan belum tersedianya air bersih dari PDAM Lombok Timur di wilayah mereka. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus berjuang keras memenuhi kebutuhan air sehari-hari, bahkan untuk mandi dan berwudhu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dusun Pene Utara, Subuh, mengaku kecewa karena hingga saat ini jaringan pipa PDAM yang selama ini diharapkan masyarakat belum juga menjangkau dusunnya. Padahal, sejumlah dusun lain masih satu desa, bahkan hingga kendesa tetangga telah menikmati layanan air bersih. Kenapa hanya dusun kami yang tidak tersentuh. Hal itu disampaikannya kepada media ini, Rabu (1/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami sangat membutuhkan air bersih. Untuk mandi saja sulit, apalagi untuk kebutuhan lainnya. Bahkan air untuk berwudhu pun sering tidak tersedia. Kami sudah mempertanyakan persoalan ini kepada pemerintah desa, namun jawabannya karena belum ada jaringan pipa PDAM yang masuk ke Dusun Pene Utara,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dikatakan, bahwa pemerintah desa sebelumnya pernah membangun sumur bor menggunakan anggaran desa. Namun, sumur tersebut dinilai belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat karena kedalaman pengeborannya tidak mencapai sumber air yang diharapkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dulu pernah dibuatkan sumur bor. Setahu saya anggarannya untuk pengeboran hingga kedalaman sekitar 22 meter. Namun yang terealisasi hanya sekitar 9 meter. Kami menduga ada pengurangan kedalaman. Akibatnya, sumber air yang diharapkan tidak ditemukan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, warga hanya mengandalkan tandon yang berada di lokasi sumur bor tersebut sebagai tempat penampungan air. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, masyarakat harus membeli air secara swadaya melalui iuran warga guna mendatangkan pasokan menggunakan mobil tangki.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kadang-kadang kami mendapat bantuan dari para donatur. Kalau tidak ada bantuan atau kiriman air tangki, warga kesulitan mandi dan berwudhu. Kami benar-benar berharap pemerintah memperhatikan kondisi ini,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lombok Timur segera mengambil langkah nyata dengan mengalokasikan anggaran pembangunan jaringan PDAM ke Dusun Pene Utara agar persoalan krisis air bersih yang telah lama dialami warga dapat segera teratasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berada di wilayah perbatasan. Kami merasa seperti masyarakat yang terbuang dan tidak diperhatikan. Kami juga warga Lombok Timur yang berhak mendapatkan layanan dasar, termasuk akses air bersih,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Pengurus Yayasan Ahwal Mas Mirah, H. Mastur Amir, SKM, membenarkan kondisi krisis air bersih yang dialami warga Dusun Pene Utara. Sebagai bentuk kepedulian sosial, pihak yayasan menyalurkan bantuan air bersih dengan mengisi tandon yang berada di pinggir Jalan Montong Kelelek, Desa Pene, Kecamatan Jerowaru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berharap bantuan air bersih ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menanggapi keluhan warga tersebut, Direktur PDAM Lombok Timur, Sopyan Hakim, mengatakan pihaknya langsung menggelar rapat internal setelah menerima informasi mengenai kondisi yang dialami masyarakat Dusun Pene Utara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saat berita ini kami terima, kami langsung rapatkan pada hari itu juga agar bisa memberikan pelayanan di lokasi tersebut,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan, saat ini PDAM sedang melakukan kajian teknis untuk menghitung ketersediaan debit air serta ketinggian wilayah yang akan dilayani guna memastikan jaringan distribusi dapat menjangkau Dusun Pene Utara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami sedang menghitung debit air dan elevasi atau ketinggian titik lokasi tersebut agar dapat dialiri jaringan PDAM ke arah sana,” jelasnya. ***</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Hari Hilang di Laut, Darmawan Ditemukan Meninggal Dekat Keramba Miliknya</title>
		<link>https://www.raidernewsid.com/3139/tiga-hari-hilang-di-laut-darmawan-ditemukan-meninggal-dekat-keramba-miliknya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Zainal Abidin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 May 2026 01:13:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>
		<category><![CDATA[PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Tim SAR]]></category>
		<category><![CDATA[TNI polairud]]></category>
		<category><![CDATA[Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.raidernewsid.com/?p=3139</guid>

					<description><![CDATA[Foto : I Gede Eka Suarjana bersama Keluarga korban Raidernewsid.com&#124;&#124; Lombok Timur — Setelahtiga hari dilakukan pencarian intensif, Darmawan, warga Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, yang dilaporkan hilang di perairan Teluk Ekas akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (28/5). Ironisnya, jasad korban ditemukan tidak jauh dari keramba miliknya sendiri. Penemuan korban menjadi akhir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Foto : I Gede Eka Suarjana bersama Keluarga korban</p>
<p>Raidernewsid.com|| Lombok Timur — Setelahtiga hari dilakukan pencarian intensif, Darmawan, warga Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, yang dilaporkan hilang di perairan Teluk Ekas akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (28/5). Ironisnya, jasad korban ditemukan tidak jauh dari keramba miliknya sendiri.</p>
<p>Penemuan korban menjadi akhir dari operasi pencarian yang melibatkan tim gabungan Basarnas, Polairud, TNI AL, PMI, serta masyarakat setempat yang sejak hari pertama terus menyisir laut dan pesisir Teluk Ekas.</p>
<p>Koordinator tim SAR, I Gede Eka Suarjana, menjelaskan korban ditemukan pada hari ketiga pencarian setelah tim gabungan memperluas penyisiran di sekitar lokasi awal korban dilaporkan hilang.</p>
<p>“Dapat kami laporkan terkait penemuan korban di hari ketiga pencarian. Kami dari Basarnas bersama masyarakat dan tim SAR gabungan dari unsur Polairud, TNI AL, serta PMI akhirnya menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menuju rumah duka untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak keluarga.</p>
<p>Menurutnya, pencarian dilakukan secara maksimal sejak hari pertama dengan menyisir jalur laut menggunakan perahu karet serta pemantauan di sekitar keramba tempat korban terakhir diketahui berada.</p>
<p>“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat pesisir, saat melakukan aktivitas di laut agar tetap mengutamakan keselamatan, terlebih saat cuaca buruk dan angin kencang, supaya kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, suasana haru menyelimuti keluarga korban saat jasad Darmawan tiba di rumah duka. Hadami Matullah, anak korban, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh tim dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian ayahnya.</p>
<p>“Saya mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya atas bantuan dan kerja keras semua pihak dalam pencarian orang tua saya, terutama Basarnas dan seluruh masyarakat yang ikut membantu. Saya sangat berterima kasih atas partisipasi semuanya,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.</p>
<p>Sebelumnya, Darmawan dilaporkan hilang saat berada di laut untuk menyalakan lampu pocong di keramba miliknya. Saat itu cuaca di perairan Teluk Ekas disebut tiba-tiba berubah ekstrem disertai angin kencang dan ombak besar, hingga diduga korban terjatuh dan terseret arus saat berusaha mengejar sampannya yang hanyut. (Rdr)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
