Foto : Bendungan Batujai Direncanakan Jadi Terminal Sea-plane Pertama di Indonesia
Raidernewsid.com|| Lombok Tengah, NTB – Nusa Tenggara Barat (NTB) bersiap mengembangkan sektor pariwisata dan transportasi melalui proyek pembangunan terminal sekaligus pangkalan perawatan pesawat air (seaplane) di Bendungan Batujai, Lombok Tengah. Jika terealisasi, fasilitas ini digadang-gadang menjadi yang pertama di Indonesia.
Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dengan investor PT Abadi Mega Angkutan Nusantara (AMAN).
Sebagai tahap awal, PT AMAN menyiapkan dua unit pesawat Twin Otter Seaplane yang akan melayani sejumlah rute strategis, antara lain Batujai–Benoa, Benete, Teluk Moyo, Labuan Bajo, Teluk Saleh, serta kawasan wisata Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Bendungan Batujai dipilih karena dinilai memiliki lokasi yang sangat strategis. Selain berada tidak jauh dari Bandara Internasional Lombok, bendungan ini memiliki sumber air tawar yang dinilai ideal untuk mendukung operasional dan perawatan pesawat air.
Saat ini, PT AMAN telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, AirNav Indonesia, serta Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. Pengembangan kawasan tersebut diperkirakan membutuhkan lahan sekitar 5.000 meter persegi yang akan digunakan untuk pembangunan hanggar, dermaga apung, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah berharap proyek ini mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran layanan seaplane diproyeksikan memangkas waktu tempuh ke berbagai destinasi wisata, membuka peluang investasi di sektor perhotelan, restoran, dan jasa pariwisata, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Meski demikian, rencana pembangunan ini juga memunculkan pro dan kontra di kalangan warga sekitar. Menanggapi hal tersebut, Ketua KNPI NTB, Daud, menilai aspirasi masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pembangunan.
“Penolakan sebagian masyarakat adalah hal yang wajar dan wajib diperhatikan secara serius. Kami mendukung pembangunan jika benar-benar membawa manfaat nyata bagi daerah, namun prosesnya harus mengedepankan dialog, keterbukaan, dan keadilan,” ujarnya pada hari Senin, 3/7.
Menurut Daud, pembangunan tidak boleh semata-mata berorientasi pada investasi. Masyarakat lokal harus menjadi bagian utama yang diberdayakan melalui prioritas kesempatan kerja, ruang berusaha yang adil, serta pelibatan aktif dalam proses pengambilan keputusan.
KNPI NTB pun mendorong pemerintah membuka ruang dialog yang konstruktif agar seluruh aspirasi masyarakat dapat terakomodasi, sehingga pembangunan dapat berjalan secara inklusif tanpa mengesampingkan kepentingan warga di sekitar Bendungan Batujai. (Bgs)












