Foto : Bupati Lotim, Haerul Warisin Lantik Muhammad Tasywiruddin Sebagai Kadis DKP di Selong, Rabu 22 Juli 2026.
Raidernewsid.com || Lombok Timur – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin melantik Muhammad Tasywiruddin, S.Pi., M.Si. sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lombok Timur, Rabu (22/7). Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya kerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan yang hingga kini masih banyak hidup dalam kondisi kurang sejahtera.
Pelantikan yang berlangsung di Selong itu turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepada kepala dinas yang baru dilantik, Bupati meminta agar segera menindaklanjuti berbagai bantuan dan fasilitas yang pernah dijanjikan Menteri Kelautan dan Perikanan RI saat berkunjung ke Lombok Timur beberapa waktu lalu.
Menurutnya, berbagai peluang yang telah dibuka pemerintah pusat harus dijemput secara aktif demi mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Harapan saya Anda juga bekerja istimewa. Nelayan-nelayan kita masih banyak yang miskin dan masih membutuhkan bantuan. Janji yang disampaikan Pak Menteri itu harus Anda jemput,” tegas Bupati.
Tidak hanya kepada Kepala DKP yang baru, Bupati juga mengingatkan seluruh pimpinan OPD agar memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat guna menghadirkan lebih banyak program dan dukungan pembangunan ke daerah.
Ia menilai fasilitas dan sarana yang dimiliki pemerintah daerah harus dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun komunikasi yang efektif dengan kementerian maupun lembaga pemerintah pusat.
Pada kesempatan tersebut, Haerul Warisin juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah merupakan hasil kerja kolektif seluruh pihak, bukan keberhasilan individu.
“Kita ingin merubah Lombok Timur ini ke arah yang lebih baik secara bersama-sama. Tidak boleh ada yang mengatakan ini hasil saya, hasil dia, atau hasil kelompok tertentu,” ujarnya.
Selain itu, Bupati mendorong seluruh pimpinan OPD untuk terus berinovasi dan terbuka terhadap masukan masyarakat. Ia menilai kritik merupakan bagian penting dalam proses perbaikan tata kelola pemerintahan.
Menurutnya, aparatur pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik selama kritik tersebut bertujuan membangun dan mengingatkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
“Jangan takut dikritik oleh siapa pun. Kritik itu membangun kita dan mengingatkan kita. Dari kritik kita evaluasi apa yang menjadi bahan masukan, kemudian kita perbaiki jika memang ada yang salah,” katanya.
Di akhir arahannya, Bupati mengingatkan seluruh pimpinan OPD agar berhati-hati dalam mengambil kebijakan dan selalu berpedoman pada aturan yang berlaku. Ia menegaskan koordinasi menjadi kunci penting untuk menghindari kesalahan, terutama dalam pengambilan keputusan strategis. (El)












