Hari Lahir Pancasila, Sekda Lotim: Musyawarah dan Mufakat Jadi Kekuatan Diplomasi Indonesia
Raidernewsid.com, Lombok Timur – Pancasila dinilai telah membuktikan ketangguhannya sebagai “bintang penuntun” sekaligus “jangkar moral” bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketidakpastian dunia, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik yang terus berkembang.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Lombok Timur, H. Muhammad Juaini Taofik, saat membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, pada Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Senin (1/6).
Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa Pancasila telah menjadi fondasi kokoh yang mampu menjaga persatuan Indonesia, meskipun terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan ratusan kelompok etnis yang beragam.
Sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, Pancasila juga menjadi landasan utama pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam sila keempat dinilai sebagai instrumen diplomasi yang sangat dibutuhkan dunia saat ini untuk menjembatani perbedaan serta membantu penyelesaian berbagai konflik internasional.
Selain itu, implementasi sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, disebut telah mendorong Indonesia menunjukkan kepemimpinan nyata di tingkat global.
Hal tersebut tercermin melalui kontribusi aktif pasukan perdamaian Indonesia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi dalam memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih mengalami penjajahan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian sejati bukan hanya ketiadaan perang, tetapi juga terwujudnya keadilan bagi seluruh umat manusia.
Pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ini, BPIP mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dalam praktik keseharian. Nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak hanya menjadi simbol atau bagian dari catatan sejarah, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat guna mengawal kemajuan ekonomi dan teknologi agar tetap memiliki arah moral yang jelas.
BPIP juga menginstruksikan para menteri dan kepala daerah agar memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan prinsip keadilan sosial. Kebijakan yang dihasilkan harus mampu memenuhi rasa keadilan masyarakat, melindungi hak-hak kelompok rentan, serta memastikan tidak ada warga yang merasa ditinggalkan.
Pemerintah dan masyarakat turut diajak bersama-sama melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang berpotensi merusak harmoni kebangsaan. Amanat tersebut ditutup dengan seruan untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang kokoh karena persatuan, religiusitas, dan nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi.
Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Lombok Timur ini diikuti unsur Forkopimda, ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, TNI, Polri, serta berbagai organisasi kemasyarakatan. (Rdr)











