Penuh Makna, Pelepasan Siswa TK Lestari Angkat Tradisi Dulang dan Tari Onyak-Onyak Dende
Raidernewsid.com|| Lombok Timur – Taman Kanak-Kanak (TK) Lestari, menggelar acara pelepasan siswa-siswi Tahun Ajaran 2025/2026 pada Rabu (25/6) di Sagik Mateng Desa Pene. Kegiatan berlangsung meriah, penuh keceriaan, namun tetap khidmat dan sarat makna sebagai penanda berakhirnya masa belajar anak-anak di jenjang pendidikan usia dini.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa Pene Ayub, SH., Kepala TK Lestari, Murni, S.Pd, para guru, tokoh masyarakat, serta wali murid yang turut menyaksikan momen perpisahan tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala TK Lestari, Murni, S.Pd., mengaku haru dan bangga atas terselenggaranya kegiatan pelepasan yang berlangsung lancar dan penuh makna. Ia menyebut, sejak berdirinya TK Lestari, acara pelepasan tahun ini merupakan yang keenam kalinya dilaksanakan.
“Persiapan kegiatan ini membutuhkan waktu, Tenaga, dan pikiran kami berikan demi memberikan kenangan terbaik bagi anak-anak pada momen berharga ini,” ujarnya.
Dikatakan, prosesi penamatan tahun ini mengangkat tradisi dulang sebagai simbol penghargaan atas perjalanan dan pencapaian para siswa selama menempuh pendidikan di TK Lestari. Menurutnya, dulang tidak hanya memiliki nilai budaya yang kuat di tengah masyarakat, tetapi juga mengandung makna filosofis yang mendalam.
“Dulang ini bukan sekadar tempat makanan. Di atas dulang inilah kami meletakkan tanda kelulusan sebagai simbol dari perjuangan, tawa, dan air mata anak-anak selama belajar di sekolah ini,” katanya.
Ia pun mengenang hari-hari pertama para siswa saat mulai menginjakkan kaki di sekolah. Ada yang menangis memeluk erat ibunya, ada pula yang malu-malu bersembunyi di balik punggung ayahnya.
“Melalui pelepasan dan penamatan yang kami serahkan hari ini, tersimpan perjalanan tumbuh kembang mereka. Dari anak yang belum bisa mengikat tali sepatu, kini menjadi lebih mandiri. Dari anak yang belum berani menyapa, kini mampu tampil percaya diri dan bernyanyi di depan banyak orang,” tuturnya.
Selain prosesi penamatan, acara juga dimeriahkan dengan penampilan Tari “Onyak-Onyak Dende” yang dibawakan para siswa. Tarian tradisional tersebut dipilih karena mengandung pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang penting dikenalkan sejak usia dini.
“Melalui Tari Onyak-Onyak Dende, kami ingin menyampaikan pesan kepada anak-anak agar selalu berhati-hati dalam bergaul, menghormati teman, serta mampu menjaga diri dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Lanjut, prosesi pelepasan ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan momentum untuk mengembalikan putra-putri terbaik kepada orang tua dalam kondisi yang lebih matang dibandingkan saat pertama kali mereka datang ke sekolah.
“Hari ini kami kembalikan putra-putri terbaik kepada orang tua. Mereka telah tumbuh menjadi pribadi yang lebih berani, cerdas, dan berkarakter. Terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada kami untuk mendampingi langkah awal pendidikan mereka. Selamat melanjutkan perjalanan ke jenjang Sekolah Dasar, anak-anak hebat kebanggaan kami,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pene Ayub, SH., mengaku merasa bangga sekaligus terharu menyaksikan prosesi pelepasan siswa TK Lestari yang berlangsung sederhana namun penuh makna.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru TK Lestari atas dedikasi dan bimbingan tulus yang telah diberikan kepada anak-anak selama ini. Saya bangga karena kegiatan pelepasan ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir,” ujarnya.
Mewakili para orang tua, kami apresiasi kepada para guru yang telah mendidik dan membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
“Terus terang, belum tentu saya mampu mendidik anak-anak seperti yang dilakukan para guru. Karena itu, saya mewakili para wali murid menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh guru TK Lestari. Semoga dedikasi yang diberikan menjadi amal kebaikan dan membawa manfaat bagi generasi penerus bangsa,” tutup Ayub.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat. Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa saat para guru, orang tua, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta seluruh tamu undangan memanjatkan doa untuk kesuksesan dan masa depan anak-anak yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan mereka. (El- Aqsa)











