Kematian Guru Saat Dirujuk Jadi Sorotan, GLL Desak Transparansi dan Evaluasi Total Layanan Kesehatan

Kematian Guru Saat Dirujuk Jadi Sorotan, GLL Desak Transparansi dan Evaluasi Total Layanan Kesehatan

 

Raidernewsid.id ||Keruak, Lombok Timur – Dunia pendidikan dan masyarakat Lombok Timur berduka atas meninggalnya Niken Hafizoh Anggraini, seorang guru swasta asal Kecamatan Sakra Barat, saat menjalani proses rujukan dari RSUD Patuh Karya Keruak menuju RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) itu kini menjadi perhatian publik. Berbagai pertanyaan muncul terkait kronologi penanganan medis hingga proses rujukan yang berujung pada meninggalnya pasien. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Ketua Umum Gawah Lauk Lombok (GLL), Ayunan, SH, menilai kasus tersebut perlu diusut secara transparan dan menyeluruh. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas terkait proses pelayanan medis yang dijalani almarhumah sejak awal penanganan hingga dirujuk ke rumah sakit lain.

“Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terbuka. Mengapa pasien yang sebelumnya dinilai dapat ditangani di RSUD Patuh Karya akhirnya harus dirujuk dalam kondisi kritis? Mengapa keluarga mengaku pasien terus mengeluh kesakitan setelah operasi hingga mengalami pendarahan sebelum dirujuk? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab secara transparan,” tegas Ayunan saat dikonfirmasi di kediamannya di Desa Jor.

Menurut Ayunan, apabila dugaan kasus serupa terus berulang dalam rentang waktu yang berdekatan, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan, mulai dari prosedur penanganan pasien, tindakan medis, hingga mekanisme rujukan.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya dirancang untuk mencegah terjadinya tragedi, bukan sekadar memberikan klarifikasi setelah insiden terjadi.

GLL juga menyoroti informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai adanya tindakan induksi persalinan sebelum pasien menjalani operasi caesar. Menurut Ayunan, informasi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak rumah sakit agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Rumah sakit perlu memberikan penjelasan kepada keluarga terkait dasar pertimbangan medis dari setiap tindakan yang dilakukan. Transparansi penting agar masyarakat mengetahui apakah seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar pelayanan yang berlaku,” ujarnya.

Selain menyoroti RSUD Patuh Karya Keruak sebagai fasilitas kesehatan yang pertama menangani pasien, GLL juga meminta RSUD dr. R. Soedjono Selong sebagai rumah sakit rujukan untuk terus memperkuat respons layanan gawat darurat.
Menurut Ayunan, kecepatan dan ketepatan penanganan pasien rujukan merupakan faktor penting yang dapat menentukan keselamatan pasien dalam kondisi kritis.

GLL turut mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari pembangunan fasilitas atau kelengkapan peralatan medis, tetapi juga dari kemampuan sistem dalam menyelamatkan nyawa masyarakat secara cepat dan tepat.

Keruak, 8 Juni 2026 – Dunia pendidikan dan masyarakat Lombok Timur berduka atas meninggalnya Niken Hafizoh Anggraini, seorang guru swasta asal Kecamatan Sakra Barat, saat menjalani proses rujukan dari RSUD Patuh Karya Keruak menuju RSUD dr. R. Soedjono Selong.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) itu kini menjadi perhatian publik. Berbagai pertanyaan muncul terkait kronologi penanganan medis hingga proses rujukan yang berujung pada meninggalnya pasien. Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari pihak berwenang.

Ketua Umum Gawah Lauk Lombok (GLL), Ayunan, SH, menilai kasus tersebut perlu diusut secara transparan dan menyeluruh. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas terkait proses pelayanan medis yang dijalani almarhumah sejak awal penanganan hingga dirujuk ke rumah sakit lain.

“Publik berhak mendapatkan penjelasan yang terbuka. Mengapa pasien yang sebelumnya dinilai dapat ditangani di RSUD Patuh Karya akhirnya harus dirujuk dalam kondisi kritis? Mengapa keluarga mengaku pasien terus mengeluh kesakitan setelah operasi hingga mengalami pendarahan sebelum dirujuk? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab secara transparan,” tegas Ayunan saat dikonfirmasi di kediamannya di Desa Jor.

Menurut Ayunan, apabila dugaan kasus serupa terus berulang dalam rentang waktu yang berdekatan, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan, mulai dari prosedur penanganan pasien, tindakan medis, hingga mekanisme rujukan.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan seharusnya dirancang untuk mencegah terjadinya tragedi, bukan sekadar memberikan klarifikasi setelah insiden terjadi.

GLL juga menyoroti informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai adanya tindakan induksi persalinan sebelum pasien menjalani operasi caesar. Menurut Ayunan, informasi tersebut perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak rumah sakit agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Rumah sakit perlu memberikan penjelasan kepada keluarga terkait dasar pertimbangan medis dari setiap tindakan yang dilakukan. Transparansi penting agar masyarakat mengetahui apakah seluruh prosedur telah dijalankan sesuai standar pelayanan yang berlaku,” ujarnya.

Selain menyoroti RSUD Patuh Karya Keruak sebagai fasilitas kesehatan yang pertama menangani pasien, GLL juga meminta RSUD dr. R. Soedjono Selong sebagai rumah sakit rujukan untuk terus memperkuat respons layanan gawat darurat.
Menurut Ayunan, kecepatan dan ketepatan penanganan pasien rujukan merupakan faktor penting yang dapat menentukan keselamatan pasien dalam kondisi kritis.

GLL turut mendesak Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan layanan kesehatan tidak hanya diukur dari pembangunan fasilitas atau kelengkapan peralatan medis, tetapi juga dari kemampuan sistem dalam menyelamatkan nyawa masyarakat secara cepat dan tepat.

Media ini telah berupaya menghubungi pihak RSUD Patuh Karya dan RSUD Soedjono untuk meminta konfirmasi terkait informasi tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, kedua pihak belum memberikan tanggapan. (Rdr)

Berita Terkait

Berita Terbaru